Sunday, January 24, 2021

MATERI PJJ MINGGU KE 3 ( 25 Januari - 30 Januari 2021 )

 

1. PETUNJUK UMUM

Awali setiap aktivitas pembelajaran pada semester 6 ini dengan berdoa kepada Allah SWT, pada pertemuan yang ke 3 ini kita akan belajar tentang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), tugas yang harus siswa dan siswi lakukan adalah melakukan absensi secara online terlebih dahulu, kemudian silahkan membaca materi dan membuat ringkasan materi  pada buku tulis masing-masing.  demikian petunjuk pembelajaran jarak jauh ini kami sampaikan dan selamat berlajar tetap semangat dan sehat selalu.

2. ABSENSI ONLINE

Silahkan klik tautan berikut ini sebagai bukti siswa dan siswi sekalian mengikuti pembelajaran jarak jauh secara online untuk mata diklat Penerapan Rangkaian Elektronika !

Berikut Link Absensinya : https://bit.ly/Absensi_PRE

3. MATERI PEMBELAJARAN PLTS

>> Perhitungan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Skala Rumah Tangga

    Sebelum menentukan kapasitas sel surya yang sesuai dengan kebutuhan suatu rumah, alangkah baiknya sebelumnya untuk melakukan perhitungan terlebih dahulu. Langkah-langkah sebelum menentukan sel surya yang tepat untuk dibeli adalah

  • Jumlah daya yang dibutuhkan dalam pemakaian sehari-hari (watt).
  • Berapa besar arus yang dihasilkan solar cells panel (dalam ampere hour), dalam hal ini memperhitungkan berapa jumlah panel surya yang harus dipasang.
  • Berapa unit baterai yang diperlukan untuk kapasitas yang diinginkan dan pertimbangan penggunaan tanpa sinar matahari. (ampere hour).

   Berikut adalah contoh perhitungan untuk mendapatkan jumlah panel sel surya yang sesuai dengan kebutuhan rumah tangga. 

Perhitungan Keperluan Daya

  • Penerangan rumah: 10 lampu CFL @ 15 watt x 4 jam sehari = 600 watt hour.
  • Televisi 21″: @ 100 watt x 5 jam sehari = 500 watt hour
  • Kulkas 360 liter : @ 135 watt x 24 jam x 1/3 (karena compressor kulkas tidak selalu hidup, umumnya mereka bekerja lebih sering apabila kulkas lebih sering dibuka pintu) = 1080 watt hour
  • Komputer : @ 150 Watt x 6 jam = 900 watt hour
  • Perangkat lainnya = 400 watt hour
  • Total kebutuhan daya =  3480 watt hour

Perhitungan Jumlah Panel Surya

  • Jumlah solar cells panel yang dibutuhkan, satu panel kita hitung 100 watt (perhitungan adalah 5 jam maksimum tenaga surya):
  • Kebutuhan solar cells panel : (3480 / 100 / 5)  = 7 panel surya.

Perhitungan Jumlah Baterai

  • Jumlah kebutuhan baterai 12 Volt dengan masing-masing 100 Ah:
  • Kebutuhan baterai minimun (baterai hanya digunakan untuk 50% pemenuhan kebutuhan listrik), dengan demikian kebutuhan daya kita kalikan 2 x lipat : 3480 x 2 = 6960 watt hour = 6960 / 12 volt / 100 Amp = 6 batere 100 Ah.
  • Kebutuhan baterai (dengan pertimbangan dapat melayani kebutuhan 3 hari tanpa sinar matahari) : 3480 x 3 x 2 = 20880 watt hour = 20880 / 12 volt / 100 Amp = 17 batere 100 Ah.

Keuntungan dan Kerugian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)

Kelebihan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) adalah :

  • Cahaya matahari merupakan energi yang dapat diperbaharui dan tidak akan habis. Oleh karena melimpahnya ketersediaan cahaya inilah, pembangkit listrik tenaga surya dapat menjadi pembangkit listrik alternatif yang dapat menggantikan energi-energi lainnya yang tidak dapat diperbarui, seperti gas alam, batubara, minyak, nuklir dll. 
  • Pembangkit listrik tenaga surya merupakan pembangkit listrik yang bersih dan ramah lingkungan. Pembangkit ini hanya membutuhkan cahaya matahari sebagai komponen utama penghasil energi listriknya. Selain itu, tidak ada limbah keluaran dari hasil proses pembangkitannya. Oleh karena itu, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dapat menggantikan pembangkit listrik lain untuk mengurangi jumlah limbah keluaran yang memiliki dampak negatif bagi lingkungan, seperti nuklir dan batubara.
  • Umur pemakaian dari komponen penyusunnya, seperti sel surya, relatif panjang. Sehingga dapat dikatakan bahwa membangun pembangkit listrik tenaga surya merupakan suatu investasi jangka panjang.
  • Karena bentuknya yang sederhana dan ringkas, maka pembangkit listrik tenaga surya mudah dalam pemasangan dan juga mudah dalam perawatannya.
  • Jika dipasang secara individual (satu rumah satu sistem). Rumah yang berjauhan sekalipun tidak memerlukan jaringan kabel distribusi. Selin itu, gangguan pada satu sistem tidak mengganggu sistem lainnya. 

Kerugian pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) :

  • Proses pembangkitan hanya dapat dilakukan pada siang hari. Lebih buruk lagi bila proses pembangkitan dilakukan pada musim penghujan. Langit sering kali ditutupi oleh awan. Sehingga besarnya cahaya matahari yang akan dikonversi ke energi listrik tidak optimal.
  • Bahan pembuatan komponen pembangkit listrik tenaga surya masih berharga mahal. Terutama untuk tipe sel fotovoltaik.

 

Dampak PLTS Terhadap Lingkungan

>> Gas Rumah Kaca

    Siklus hidup emisi gas rumah kaca pembangkit listrik tenaga surya saat ini berada di kisaran 25-32 g/kWh dan ini bisa turun menjadi 15 g/kWh di masa yang akan datang. Sebagai perbandingan, PLTGU batubara menghasilkan 400-599 g/kWh, pembangkit listrik berbahan bakar minyak menghasilkan 893 g/kWh, pembangkit listrik batu bara menghasilkan 915-994 g/kWh atau dengan penangkapan dan penyimpanan karbon sekitar 200 g/kWh, dan pembangkit listrik panas bumi temperatur tinggi menghasilkan 91-122 g/kWh. Hanya pembangkit listrik tenaga angin dan panas bumi temperatur rendah yang menghasilkan lebih baik, yaitu 11 g/kWh dan 0-1 g/kWh. 

    Untuk beberapa pembangkit listrik tenaga nuklir, siklus hidup beberapa emisi gas rumah kaca yang dihasilkan, termasuk energi yang dibutuhkan untuk menambang uranium dan energi pembangunan pembangkit listrik serta dekomisioning, adalah di bawah 40 g/kWh, namun beberapa pembangkit nuklir lainnya menghasilkan jauh lebih tinggi. 

>> Kadmium

    Salah satu isu yang sering menjadi keprihatinan adalah penggunaan kadmium dalam sel surya cadmium telurida (CdTe). Kadmium dalam bentuk logam adalah zat beracun yang memiliki kecenderungan untuk terakumulasi dalam rantai makanan ekologi. Jumlah kadmium yang digunakan pada film tipis modul Photovoltaic (PV) relatif kecil, yaitu 5-10 g/m². Dengan teknik kontrol emisi yang tepat, emisi kadmium dari produksi modul dapat ditekan menjadi nol. Saat ini teknologi PV menyebabkan emisi kadmium sebesar 0,3-0,9 mikrogram/kWh dalam satu siklus hidup. Sebagian besar emisi tersebut muncul melalui penggunaan pembangkit listrik tenaga batubara dalam pembuatan modul. Pembakaran batubara dan lignit menyebabkan emisi kadmium jauh lebih tinggi. Kadmium dari batubara adalah 3,1 mikrogram/kWh,  lignit 6,2 mikrogram/ kWh dan gas alam 0,2 mikrogram/kWh.

    Jika listrik yang dihasilkan oleh panel fotovoltaik digunakan untuk pembuatan modul, bukan listrik yang berasal dari pembakaran batubara, emisi kadmium dari penggunaan batu bara dalam proses produksi dapat dihilangkan seluruhnya.

 

Sunday, January 17, 2021

MATERI PJJ MINGGU KE 2 ( 18 Januari - 23 Januari 2021 )

 

1. PETUNJUK UMUM

Awali setiap aktivitas pembelajaran pada semester 6 ini dengan berdoa kepada Allah SWT, pada pertemuan yang ke 2 ini kita akan belajar tentang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), tugas yang harus siswa dan siswi lakukan adalah melakukan absensi secara online terlebih dahulu, kemudian silahkan membaca materi dan membuat ringkasan materi  pada buku tulis masing-masing.  demikian petunjuk pembelajaran jarak jauh ini kami sampaikan dan selamat berlajar tetap semangat dan sehat selalu.

2. ABSENSI ONLINE

Silahkan klik tautan berikut ini sebagai bukti siswa dan siswi sekalian mengikuti pembelajaran jarak jauh secara online untuk mata diklat Penerapan Rangkaian Elektronika !

Berikut Link Absensinya : https://bit.ly/Absensi_PRE

3. MATERI PEMBELAJARAN PLTS

Sel Surya

  Sel surya atau sel fotovoltaik adalah sebuah alat yang mengubah cahaya menjadi arus listrik dengan menggunakan efek fotolistrik. Sel surya pertama diciptakan oleh Charles Fritts pada tahun 1880. Pada tahun 1931 seorang insinyur Jerman, Dr Bruno Lange, mengembangkan sel fotovoltaik menggunakan selenida perak di tempat oksida tembaga. Meskipun sel prototipe selenium mengkonversi kurang dari 1% dari cahaya menjadi listrik, Ernst Werner von Siemens dan James Clerk Maxwell mengakui penemuan ini sangatlah penting. Setelah karya Russell Ohl pada 1940-an, peneliti Gerald Pearson, Calvin Fuller dan Daryl Chapin menciptakan sel surya silikon pada tahun 1954. Sel-sel surya awal biaya 286 USD/watt dan mencapai efisiensi dari 4,5-6%.

>> Tipe Sel Surya

     Ditinjau dari konsep struktur kristal bahannya, terdapat tiga tipe utama sel surya, yaitu sel surya berbahan dasar monokristalin, poli (multi) kristalin, dan amorf. Ketiga tipe ini telah dikembangkan dengan berbagai macam variasi bahan, misalnya silikon, CIGS, dan CdTe.


Fabrikasi Fotovoltaik

Berdasarkan kronologis perkembangannya, sel surya dibedakan menjadi sel surya generasi pertama, kedua, dan ketiga. Generasi pertama dicirikan dengan pemanfaatan wafer silikon sebagai struktur dasar sel surya; generasi kedua memanfaatkan teknologi deposisi bahan untuk menghasilkan lapisan tipis (thin film) yang dapat berperilaku sebagai sel surya; dan generasi ketiga dicirikan oleh pemanfaatan teknologi bandgap engineering untuk menghasilkan sel surya berefisiensi tinggi dengan konsep tandem atau multiple stackes.

Kebanyakan sel surya yang diproduksi adalah sel surya generasi pertama, yakni sekitar 90% (2008). Di masa depan, generasi kedua akan makin populer, dan kelak akan mendapatkan pangsa pasar yang makin besar. European Photovoltaic Industry Association (EPIA) memperkirakan pangsa pasar thin film akan mencapai 20% pada tahun 2010. Sel surya generasi ketiga hingga saat ini masih dalam tahap riset dan pengembangan, belum mampu bersaing dalam skala komersial.

>> Prinsip Kerja Sel Surya

Bahan sel surya sendiri terdiri kaca pelindung dan material adhesive transparan yang melindungi bahan sel surya dari keadaan lingkungan, material anti-refleksi untuk menyerap lebih banyak cahaya dan mengurangi jumlah cahaya yang dipantulkan, semi-konduktor P-type dan N-type (terbuat dari campuran Silikon) untuk menghasilkan medan listrik, saluran awal dan saluran akhir (tebuat dari logam tipis) untuk mengirim elektron ke perabot listrik.

 

Proses Kerja Sel Surya

Cara kerja sel surya identik dengan piranti semikonduktor dioda. Ketika cahaya bersentuhan dengan sel surya dan diserap oleh bahan semi-konduktor, terjadi pelepasan elektron. Apabila elektron tersebut bisa menempuh perjalanan menuju bahan semikonduktor pada lapisan yang berbeda, terjadi perubahan sigma gaya-gaya pada bahan. Gaya tolakan antar bahan semi-konduktor, menyebabkan aliran medan listrik. Dan menyebabkan elektron dapat disalurkan ke saluran awal dan akhir untuk digunakan pada perabot listrik. 

  

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Skala Rumah Tangga

>> Komponen-Komponen

    Untuk memasang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) skala rumah tanggal, komponen-komponen yang digunakan adalah : 

 


Komponen-Komponen PLTS

-  Solar Panel / Panel Surya :  alat untuk mengkonversi energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Sebuah sel surya dapat menghasilkan tegangan kurang lebih 0.5 volt. Jadi sebuah panel surya / solar cell 12 Volt terdiri dari kurang lebih 36 sel.

-  Charge Controller : alat untuk mengatur arus dan tegangan yang akan masuk ke baterai. Tegangan dan arus yang masuk ke baterai harus sesuai dengan yang diinginkan. Bila lebih besar atau lebih kecil dari range yang ditentukan, maka baterai atau peralatan yang lain akan mengalami kerusakan. Selain itu, charge controller juga berfungsi sebagai penjaga agar daya keluaran yang dihasilkan tetap optimal. Sehingga dapat tercapai Maximum Power Point Tracking (MPPT). 

Charge controller secara umum melindungi dari gangguan-gangguan seperti diterangkan berikut :

  • LVD, Low voltage disconnect, apabila tegangan dalam battery rendah, ~11.2 V, maka    untuk sementara beban tidak dapat dinyalakan. Apabila tegangan battery sudah melewati 12V, setelah di charge oleh modul surya, maka beban akan otomatis dapat dinyalakan lagi (reconnect).
  • HVD, High Voltage disconnect, memutus listrik dari modul surya jika battery/accu sudah penuh. Listrik dari modul surya akan dimasukkan kembali ke battery jika voltage battery kembali turun.
  • Short circuit protection, menggunakan electronic fuse (sekering) sehingga tidak memerlukan fuse pengganti. Berfungsi untuk melindungi sistem PLTS apabila terjadi arus hubung singkat baik di modul surya maupun pada beban. Apabila terjadi short circuit maka jalur ke beban akan dimatikan sementara, dalam beberapa detik akan otomatis menyambung kembali.
  • Reverse Polarity, melindungi dari kesalahan pemasangan kutub (+) atau (-).
  • Reverse Current, melindungi agar listrik dari baterai atau aki tidak mengalir ke modul surya pada malam hari.
  • PV Voltage Spike, melindungi tegangan tinggi dari modul pada saat baterai tidak disambungkan ke controller.
  • Lightning Protection, melindungi terhadap sambaran petir (s/d 20,000 volt).

-  Inverter : alat elektronika daya yang dapat mengkonversi tegangan searah (DC – direct current) menjadi tegangan bolak-balik (AC – alternating current). 

 -  Baterai, adalah perangkat kimia untuk menyimpan tenaga listrik dari tenaga surya. Tanpa baterai, energi surya hanya dapat digunakan pada saat ada sinar matahari.

 Berikut adalah diagram instalasi pembangkit listrik tenaga surya skala rumah tangga

 

Diagram Instalasi PLTS

 Dari diagram pembangkit listrik tenaga surya diatas dapat diketahui bahwa beberapa panel surya di paralel untuk menghasilkan arus yang lebih besar. Combiner digunakan untuk menghubungkan kaki positif panel surya satu dengan yang lainnya. Begitu pula untuk kaki negatifnya. Ujung kaki positif panel surya dihubungkan ke kaki positif charge controller dan begitu pula untuk kaki negatifnya. Tegangan panel surya yang dihasilkan akan digunakan oleh charge controller untuk mengisi baterai. Untuk menghidupkan beban perangkat dengan arus AC, seperti : Televisi, Radio, komputer, dll, arus baterai yang merupakan arus DC harus diubah terlebih dahulu menjadi AC dengan menggunakan inverter. Untuk mengukur jumlah energi listrik yang telah dihasilkan oleh panel surya dapat digunakan kWh meter. Untuk melindungi panel surya dan perangkat lainnya dari gangguan, maka digunakanlah panel pemutus AC.

 Pada pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) skala rumah tangga, biasanya sering terjadi Islanding. Islanding adalah terjadinya pemutusan aliran listrik pada jaringan distribusi yang dimiliki oleh perusahaan listrik ketika PLTS tetap bekerja. Hal ini dapat terjadi karena adanya kerusakan pada jaringan distribusi listrik. Agar tidak merusak PLTS, digunakanlah power conditioner. Alat ini berfungsi untuk mendeteksi terjadinya Islanding dan dengan segera menghentikan kerja PLTS.  Power conditioner biasanya menjadi satu dengan inverter.

4. SOAL LATIHAN PLTS

Kerjakanlah latihan soal berikut ini dengan mengklik link soal secara langsung berikut ini !

http://bit.ly/Tugas1_PRE


terimakasih dan selamat belajar kembali.

Sunday, January 10, 2021

MATERI PJJ MINGGU KE 1 ( 11 Januari - 16 Januari 2021 )

 

1. PETUNJUK UMUM

Awali setiap aktivitas pembelajaran pada semester 6 ini dengan berdoa kepada Allah SWT, pada pertemuan yang ke 1 ini kita akan belajar tentang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), tugas yang harus siswa dan siswi lakukan adalah melakukan absensi secara online terlebih dahulu, kemudian silahkan membaca materi dan membuat ringkasan materi  pada buku tulis masing-masing.  demikian petunjuk pembelajaran jarak jauh ini kami sampaikan dan selamat berlajar tetap semangat dan sehat selalu.

2. ABSENSI ONLINE

Silahkan klik tautan berikut ini sebagai bukti siswa dan siswi sekalian mengikuti pembelajaran jarak jauh secara online untuk mata diklat Penerapan Rangkaian Elektronika !

Berikut Link Absensinya : https://bit.ly/Absensi_PRE

3. MATERI PEMBELAJARAN PLTS

Sejarah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)

  Sejarah PLTS tidak terlepas dari penemuan teknologi sel surya berbasis silikon pada tahun 1941. Ketika itu Russell Ohl dari Bell Laboratory mengamati silikon polikristalin akan membentuk built in junction, karena adanya efek segregasi pengotor yang terdapat pada leburan silikon. Jika berkas foton mengenai salah satu sisi junction, maka akan terbentuk beda potensial di antara junction, dimana elektron dapat mengalir bebas. Sejak itu penelitian untuk meningkatkan efisiensi konversi energi foton menjadi energi listrik semakin intensif dilakukan. Berbagai tipe sel surya dengan beraneka bahan dan konfigurasi geometri pun berhasil dibuat.

 

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (Photovoltaic Plants)

Prinsip Kerja dan Klasifikasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)

  Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) merupakan jenis pembangkit energi listrik alternatif yang dapat mengkonversi energi cahaya menjadi energi listrik. Secara umum, ada dua cara pembangkit listrik tenaga surya untuk dapat menghasilkan energi listrik, yaitu :

 

-  Pembangkit Listrik Surya Termal (Solar Thermal Power Plants) – Dalam pembangkit ini, energi cahaya matahari akan digunakan untuk memanaskan suatu fluida yang kemudian fluida tersebut akan memanaskan air. Air yang panas akan menghasilkan uap yang digunakan untuk memutar turbin sehingga dapat menghasilkan energi listrik.

-  Pembangkit Surya Fotovoltaik (Solar Photovoltaic Plants) – Pembangkit jenis ini memanfaatkan sel surya (solar cell) untuk mengkonversi radiasi cahaya menjadi energi listrik secara langsung.

 

Berikut akan dijelaskan tentang keduanya :

-   Pembangkit Listrik Surya Termal (Solar Thermal Power Plants)

   Pembangkit Listrik Termal Surya dapat bekerja dalam berbagai cara. Pembangkit ini juga biasa dikenal sebagai pembangkit listrik surya terkonsentrasi (concentrated solar power plants). Tipe yang paling banyak digunakan adalah desain parabola cekung. Cermin parabola dirancang untuk menangkap dan memfokuskan berkas cahaya ke satu titik fokus, seperti seorang anak yang menggunakan kaca pembesar untuk membakar kertas. Pada titik fokus tersebut terdapat pipa hitam yang panjangnya sepanjang cermin tersebut. Didalam pipa tersebut terdapat fluida yang dipanaskan hingga temperatur yang sangat tinggi, seringkali diatas 300 derajad fahrenheit (150 derajad celcius). Fluida panas tersebut dialirkan dalam pipa menuju ke ruang pembangkitan energi listrik untuk memasak air, menghasilkan uap air dan menghasilkan energi listrik.

 

Pembangkit Listrik Surya Termal (Solar Thermal Power Plants)

Diagram Alir Pembangkit Listrik Termal Surya

   Versi lain dari pembangkit listrik surya termal adalah penggunaan tower listrik (power tower). Tower listrik ini membuat pembangkit listrik surya termal menuju ke arah baru. Cermin disituasikan untuk memfokuskan radiasi cahaya ke satu titik fokus, yaitu sebuah menara tinggi yang mana menara ini menerima cahaya untuk mendidihkan air dan menghasilkan uap air. Cermin-cermin yang digunakan biasanya dikoneksikan ke sebuah sistem penjejakan (tracking system) cahaya dimana sistem tersebut mengatur cermin agar selalu menghadap matahari. Tower listrik ini memiliki beberapa keuntungan, seperti waktu pembangunan yang relatif cepat.

 

Power Tower


-   Pembangkit Surya Fotovoltaik (Solar Photovoltaic Plants)

   Pembangkit fotovoltaik ini sangatlah sederhana. Beberapa panel surya dipasang sehingga membentuk array. Masing-masing panel akan mengumpulkan energi cahaya dan mengkonversikannya secara langsung menjadi energi listrik. Energi listrik ini dapat dialirkan ke jaringan listrik. Saat ini, pembangkit surya fotovoltaik masih jarang ditemukan. Hal ini dikarenakan pembangkit listrik surya termal saat ini lebih efisien untuk memproduksi energi listrik dalam skala besar.

 

Pembangkit Surya Fotovoltaik (Solar Photovoltaic Plants)

Sunday, November 22, 2020

MATERI PJJ MINGGU KE 19 (23 - 28 November 2020)

1. PETUNJUK UMUM

Awali setiap aktivitas pembelajaran dengan berdoa kepada Allah SWT, pada pertemuan yang ke 19 ini kita akan belajar tentang Inverter, tugas yang harus siswa dan siswi lakukan adalah melakukan absensi secara online terlebih dahulu, kemudian silahkan membaca materi dan membuat ringkasan materi  pada buku tulis masing-masing. Demikian petunjuk pembelajaran jarak jauh ini kami sampaikan dan selamat berlajar tetap semangat dan sehat selalu. dan ingat tanggal 1 - 8 Desember akan dilaksanakan PAS semester Ganjil secara Online

2. ABSENSI ONLINE

Silahkan klik tautan berikut ini sebagai bukti siswa dan siswi sekalian mengikuti pembelajaran jarak jauh secara online untuk mata diklat Penerapan Rangkaian Elektronika !

Berikut Link Absensinya : https://bit.ly/Absensi_PRE

3. MATERI PEMBELAJARAN RANGKAIAN KONVERTER

 Prinsip Kerja Buck Converter

Diagram berikut menunjukkan operasi kerja buck converter. Dalam buck converter, transistor pertama dihidupkan dan transistor kedua dimatikan karena frekuensi gelombang persegi yang tinggi. Jika terminal gerbang transistor pertama lebih dari arus yang melewati medan magnet, pengisian kapasitor, dan itu memasok beban. D1 adalah dioda Schottky dan dimatikan karena tegangan positif ke katoda.


Induktor L adalah sumber awal arus. Jika transistor pertama OFF dengan menggunakan unit kontrol maka arus mengalir dalam operasi buck. Medan magnet induktor runtuh dan ggl balik dihasilkan medan kolaps berbalik polaritas tegangan di induktor. Arus mengalir di dioda D2, beban dan dioda D1 akan dihidupkan.


Pelepasan induktor L berkurang dengan bantuan arus. Selama transistor pertama dalam satu keadaan muatan akumulator di kapasitor. Arus mengalir melalui beban dan selama periode off menjaga Vout secara wajar. Karenanya ia menjaga amplitudo riak minimum dan Vout mendekati nilai Vs

Prinsip Kerja Boost Converter

Dalam konverter ini, Transistor pertama dinyalakan terus-menerus dan untuk transistor kedua gelombang persegi frekuensi tinggi diterapkan ke terminal gerbang. Transistor kedua dalam melakukan ketika keadaan dan arus input mengalir dari induktor L melalui transistor kedua.

Terminal negatif mengisi medan magnet di sekitar induktor. Dioda D2 tidak dapat melakukan karena anoda berada di ground potensial dengan melakukan transistor kedua.


Dengan mengisi Kapasitor C, beban diterapkan ke seluruh rangkaian dalam status ON dan dapat membangun siklus Osilator sebelumnya. Selama periode ON, kapasitor C dapat mengeluarkan secara teratur dan jumlah frekuensi riak tinggi pada tegangan output. Perbedaan potensial perkiraan diberikan oleh persamaan di bawah ini.

VS + VL

Selama periode OFF dari transistor kedua induktor L terisi daya dan kapasitor C habis. Induktor L dapat menghasilkan ggl balik dan nilainya tergantung pada tingkat perubahan arus dari sakelar transistor kedua.

Jumlah induktansi coil dapat menempati. Karenanya ggl balik dapat menghasilkan tegangan yang berbeda melalui rentang yang luas dan ditentukan oleh desain rangkaian. Karenanya polaritas tegangan pada induktor L telah terbalik sekarang.

Tegangan input memberikan tegangan output dan minimal sama dengan atau lebih tinggi dari tegangan input. Dioda D2 dalam bias maju dan arus diterapkan pada arus beban dan mengisi ulang kapasitor ke VS + VL dan siap untuk transistor kedua.


Mode Buck Boost Converter

Ada dua jenis mode dalam buck boost converter. Berikut ini adalah dua jenis konverter buck boost yang berbeda.

  • Mode konduksi berkelanjutan (continous)
  • Mode konduksi terputus (discontinous)



Mode Konduksi Berkelanjutan (continous)

Dalam mode konduksi kontinu, arus dari ujung ke ujung induktor tidak pernah mencapai nol. Karenanya induktor melepaskan sebagian lebih awal dari siklus switching.


Mode Konduksi Terputus (discontinous)

Dalam mode ini arus yang melalui induktor pergi ke nol. Karenanya induktor akan benar-benar melepaskan pada akhir siklus switching.


Aplikasi Buck Boost Converter

  • Ini digunakan dalam catu daya yang mengatur sendiri.
  • Ini memiliki elektronik konsumen.
  • Ini digunakan dalam sistem daya baterai.
  • Aplikasi kontrol adaptif.
  • Aplikasi penguat daya.



Kelebihan dari Buck Boost Converter

  • Ini memberikan tegangan output yang lebih tinggi.
  • Siklus saluran operasi rendah.
  • Tegangan rendah pada MOSFET

Jadi, ini semua tentang Rangkaian Konverter Buck Boost - Prinsip Kerja dan Aplikasi. Informasi yang diberikan dalam artikel ini adalah konsep dasar buck boost converter.


Terimakasih dan selamat belajar semoga sukses menyertai kita semua, Jika siswa dan siswi mengalami kesulitas silahkan bisa hubungi nomer bapak di : 0812 951 8015.
Sutiyono, S.Pd, M.Pd

Sunday, November 15, 2020

MATERI PJJ MINGGU KE 18 (16 - 21 November 2020)

 

1. PETUNJUK UMUM

Awali setiap aktivitas pembelajaran dengan berdoa kepada Allah SWT, pada pertemuan yang ke 18 ini kita akan belajar tentang Inverter, tugas yang harus siswa dan siswi lakukan adalah melakukan absensi secara online terlebih dahulu, kemudian silahkan membaca materi dan membuat ringkasan materi  pada buku tulis masing-masing. Demikian petunjuk pembelajaran jarak jauh ini kami sampaikan dan selamat berlajar tetap semangat dan sehat selalu.

2. ABSENSI ONLINE

Silahkan klik tautan berikut ini sebagai bukti siswa dan siswi sekalian mengikuti pembelajaran jarak jauh secara online untuk mata diklat Penerapan Rangkaian Elektronika !

Berikut Link Absensinya : https://bit.ly/Absensi_PRE

3. MATERI PEMBELAJARAN RANGKAIAN KONVERTER

Rangkaian Konverter Buck Boost - Prinsip Kerja dan Aplikasi

Buck boost converter adalah konverter DC ke DC. Tegangan output konverter DC ke DC kurang dari atau lebih besar dari tegangan input. Tegangan output besarnya tergantung pada siklus kerja. Konverter ini juga dikenal sebagai transformator step up dan trafo step down dan nama-nama ini berasal dari analog trafo step up dan trafo step down.

Tegangan input naik / turun ke tingkat lebih dari atau kurang dari tegangan input. Dengan menggunakan energi konversi rendah, daya input sama dengan daya output. Ekspresi berikut menunjukkan rendahnya konversi.

Daya input (Pin) = Daya output (Pout)

 

Untuk mode step up, tegangan input kurang dari tegangan output (Vin <Vout). Ini menunjukkan bahwa arus output kurang dari arus input. Karenanya buck boost converter adalah mode step up.


Vin <Vout dan Iin> Iout

 

Dalam mode step down, tegangan input lebih besar dari tegangan output (Vin> Vout). Oleh karena itu, arus output lebih besar dari arus input. Karenanya buck boost converter adalah mode step down.


Vin> Vout dan Iin <Iout

 

Apa itu Buck Boost Converter?

Buck boost converter adalah jenis konverter DC ke DC dan memiliki tegangan output yang besar. Mungkin lebih atau kurang dari sama dengan besarnya tegangan input. Buck boost converter adalah sama dengan rangkaian fly back dan induktor tunggal digunakan sebagai pengganti transformator.


Ada dua jenis konverter di buck boost converter yaitu buck converter dan yang lainnya adalah boost converter. Konverter ini dapat menghasilkan kisaran tegangan output dari tegangan input. Diagram berikut menunjukkan buck boost converter dasar.


Prinsip Kerja Buck Boost Converter

Prinsip kerja konverter DC ke DC adalah induktor dalam resistansi input memiliki variasi tak terduga dalam arus input. Jika sakelar ON maka induktor memberi makan energi dari input dan menyimpan energi energi magnetik. Jika sakelar ditutup, ia mengeluarkan energi.

Rangkaian output kapasitor diasumsikan cukup tinggi daripada konstanta waktu rangkaian RC tinggi pada tahap output. Konstanta waktu yang sangat besar dibandingkan dengan periode switching dan pastikan bahwa kondisi stabil adalah tegangan output konstan Vo (t) = Vo (konstan) dan ada di terminal beban.

Ada dua jenis prinsip kerja buck boost converter yaitu.
*  Buck Converter.

*  Boost Converter

Terimakasih dan selamat belajar semoga sukses menyertai kita semua, Selanjutnya mohon bantuannya dikarenakan Bapak mewakili SMKN 1 Setu dalam Acara seleksi calon kepala sekolah tingkat Provinsi Jawa Barat Jadi mohon dibantu untuk Subscribe dan Like Channel Youtube berikut ini Ya. 

https://youtu.be/zB1NWKoCn90



Sunday, November 8, 2020

MATERI PJJ MINGGU KE 17 (9 November 2020)

1. PETUNJUK UMUM

Awali setiap aktivitas pembelajaran dengan berdoa kepada Allah SWT, pada pertemuan yang ke 17 ini kita akan melaksanakan kegiatan ULANGAN HARIAN 2 mohon agar dapat dikerjakan dengan teliti dan benar, demikian petunjuk pembelajaran jarak jauh ini kami sampaikan dan selamat berlajar tetap semangat dan sehat selalu.

2. ABSENSI ONLINE

Silahkan klik tautan berikut ini sebagai bukti siswa dan siswi sekalian mengikuti Ulangan Harian 2 secara online untuk mata diklat Penerapan Rangkaian Elektronika !

Berikut Link Absensinya : https://bit.ly/Absensi_PRE

3. Berikut Link Soal UH 2 PRE : 

    Soal UH2 PRE : http://bit.ly/SoalUH2_PRE


Terimakasih dan selamat belajar semoga sukses menyertai kita semua, Jika siswa dan siswi mengalami kesulitas silahkan bisa hubungi nomer bapak di : 0812 951 8015.
Sutiyono, S.Pd, M.Pd

Sunday, November 1, 2020

TUGAS PERTEMUAN 16

 Tugas pada Pertemuan 16 

Buatlah Lay out dari gambar Rangkaian Inverter berikut ini dengan menggunakan kertas milimeterblok/kertas berpetak dengan ukuran panjang 12cm dan lebar 8 cm, kemudian dikirim ke email : sty78yono@gmail.com

berikut gambar rangkainnya :



MATERI PJJ MINGGU KE 7 ( 1 Maret - 6 Maret 2021 )

  1. PETUNJUK UMUM Awali setiap aktivitas pembelajaran pada semester 6 ini dengan berdoa kepada Allah SWT, pada pertemuan  ke 7 ini kita aka...